Rabu, 27 Mei 2015

FULAN DAN MALAIKAT

Sadarkah kita dengan rahmat yang Allah beri? Kasi sayang yang takkan habis untuk seluruh umatnya. Ketika ada niat baik dalam diri kita, para malaikat mulai menulisnya sebagai pahala, sedangkan ketika berniat buruk malaikat masih menyimpan buku dan pulpennya. Dari hal sederhana saja kita bisa jatuh cinta dengan Sang Maha Agung(Allah SWT). Lantas mengapa begitu berat diri kita menjalankan perintahNya? Terlalu cinta dunia. Berprasangka buruk terhadap mereka yang menuju taat, menilai fanatik berlebih kepada mereka yang mengerjakan sunah dan mengedapankan agamaNya di banding yang lain.

Apa yang salah dengan mereka? Bukankah kita harus fanatik terhadap agama kita? Dia adalah pondasi iman. Benteng pertahanan tubuh dari ujung kaki hingga ujung rambut. Inilah manusia, salah satu sebab mengapa sulit mengerjakan perintah Allah. Malu pada dunia, malu pada manusia lain, namun tak malu pada Allah. ��

Allah teramat sayang, sedang manusia yang dikatakan makhluk paling sempurna teramat sombong. Sulit meneguhkan iman, berpikir panjang hanya untuk melaksanakan sebuah perintah. Masih mencari tahu yang telah jelas ada dalam Al-Quran. Dan mirisnya lagi mereka tahu tapi tak ingin mengerjakan.

Jika di akhirat kelak dimintai pertanggung jawaban. Malaikat: "Duhai Fulan mengapa engkau berbalik dari perintah Allah?"
Fulan: "Aku tak berbalik, hanya saja aku tak tahu perkara itu"
Malaikat: "Mengapa engkau tidak mencari tahu?"
Fulan: "Aku sibuk terlalu banyak urusanku yang jauh lebih penting, bukankah hidayah itu Allah yang beri?"
Malaikat:"Siapa bilang? Allah tidak akan mengubah suatu kaum sebelum mereka sendiri mengubahnya"
Celakalah kau duhai Fulan. Hidupmu teramat bahagia di dunia. Kau memiliki semua yang kau inginkan. Di situlah Allah memberi ujian, dia ingin melihat mana hambanya ketika ia berada dalam keadaan sulit masih mengingatnya begitu pun sebaliknya.

Manusia golongan mana kah kita? Yang taat dan patuh terhadap perintah Allah. Yang tahu tapi tunggu-tunggu dulu hingga ada hidayah?
Atau yang Tak tahu dan tak ingin mencari tahu(fasik).

Perempumaannya berada di posisi terdepan adalah yang lebih baik.
Selama ada waktu marilah berbenah. Sesungguhnya Allah akan menolong yang menolong agamanya(Q.S Muhammad:7).  Hidup ini singkat. Lakukanlah kebaikan niat semata karena Allah. Terkadang kita tak harus mendengar tanggapan manusia, karena bisa saja lewat mereka bisikan setan untuk niat baik kita. "Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan hikmah(hujjah) dan pelajaran yang baik dan bantalah mereka dengan cara yang lebih baik(Q.S An-Nahl[16]:125).

"NFY"

Tidak ada komentar: