Tampilkan postingan dengan label 27 MEI 2015. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 27 MEI 2015. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Mei 2015

Lagi dan lagi "MUHASABAH"

Teringat ucapan musrifah kemarin"Bagaikan pisau yang tak pernah di asah. Sebagus apapun dia tetap saja kurang". Ya Allah mungkin ini yang tertepat untukku hari ini. Kurang ilmu, bingung mau mendakwahkan apa.
Terkadang hanya sebatas belajar, belajar ilmunya hanya tertinggal dikepala, tidak di refresh, tidak di bagi. Inikah galau? Semoga, bukankah ini lebih baik di bandingkan memikirkan kebahagiaan dunia yang tak seharusnya merajai hati?

Betul ayat ini. Ketika terbangun dari tidurmu lantas tak memikirkan umat, dia bukanlah umatku kata Rosul.

Jiwa ini tak boleh goyah. Iman ini tak boleh mengerut. Dia harus tetap kuat, kokoh, selalu mencari dan terus belajar berproses semakin baik. Hari ini, mengemban amanah selalu saja melanggar akod. Ya Allah, tak ingin menjadi salah satu ciri orang munafik itu. Apa bedanya diriku berjanji lantas tak menaati. Malau sama diri sendiri, nilai dosanya ++. ��Duhai diri jangan hanya niat tak ada usaha. Jiwamu memang lemah, tapi potensimu sama dengan yang lain. Jangan mengeluh, jangan.

Waktu tak pernah memperdulikanmu, dia terus berputar. Tak pernah menunggumu di tempat. Sehari saja begitu berarti. Otak takkan pernah penuh, ilmu tak ada habisnya. Kejar dia, jangan menunggu dia yang mengejarmu.

Esok, berjanji pada dirimu. Istiqomah untuknya. Ingatlah, maksiat bisa saja kau lakukan tanpa kau sadari. Sekecil apa pun itu, tetaplah berhati-hati. Sekecil apa pun itu, dialah akar munculnya yang besar. Jauhi dan jauhi.

Terkadang berpikir. Menulis panjang dan semakin panjang setiap hari mungkin orang berpikir ada modus di dalamnya. Namun lebih kepada positif thingking. Ingat musrifah lagi. Niatnya yang baik sajalah, jangan gendorkan niat sebelum mencoba.

Antara hobby dan mengingatkan diri, ini tujuan awalnya. Berharap di kemudian hari, jika ada kesalahan baik dari sifat dan perilaku. Selalu saja ada yang mengingatkan, selalu saja ada yang mengkritik. Sungguh aku menyukai mereka yang demikian. Setidaknya mereka memperhatikan. Lebih bahagianya, jalan lebih baik semakin terbuka dari banyaknya kritikan itu.

Akhir Mei

#sulitterlelapkurangilmuhariini #NFY #MUHASABAH #21:51.

Melangkah Bersama

Belajar dari pengalaman

Mengapa begitu berat. Mencari-cari alasan, atau mensyarikan alasan.
Masih begitu lekat dalam ingatanku setahun yang lalu.
✨Di ajak ikut majelis alasannya sibuk.
✨Di ajak ikut seminar keagamaan alasannya banyak tugas.
✨Di ajak belajar Islam tak punya waktu.
✨Ada kotak amal berat hati mengeluarkan uang.
✨Baru beberapa ayat baca Quran sudah ngucek mata"ngantuk".
✨Di perlihatkan ayat menutup aurat, masih saja ragu sama perintah Allah

Jika di pikir kembali, apalah diri ini. Apalah hidup ini, kasarnya "buat apa hidup"?

Sangat berbeda ketika
✨Di ajak jalan langsung mengiyakan. Meski tujuannya hanya hang out.
✨Mengeluarkan uang untuk yang kurang penting tidak memikir lama
✨Ikut seminar yang umum hatinya tak berat. Mikirnya seminar agama itu kurang  penting. Inilah kebalikannya yang nyata.
✨Sukanya pakaian "ngetat", malu berpakian longgar
✨Baca novel sehari naggung jika tidak selesai. Toh baca Quran mikirnya berpuluh kali
✨Maunya pulang kampung jika di ajak bermajelis. Astagfirullah

Ini hanya sebagian, hanya sebagian kecil dari dosa-dosa yang di anggap biasa saja.

Dan siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal Shalih dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim" Q.S Al Fushshilat: 33.

Terkhusus saudaraku yang dicintai karena Allah
Marilah mendekat
Mendekat melewati perjalanan, berhijrah di jalan Allah.Berpindah dari yang ogah-ogahan menjadi yang paling bersemangat saling mengajak pada kebenaran. Aku memang tak baik, teramat kurang ilmu. Itulah satu alasan tiada henti langkahku mengajakmu, agar semakin banyak teman untukku belajar.  Maaf, bukanlah diriku yang mampu menemanimu menikmati indahnya dunia ini.
Aku hanyalah sebagian dari yang mengajakmu menelaah setiap kalimat-kalimat Allah. Lantas menyeru nya kepada yang lain. Bukanlah diriku yang mampu bersamamu menonton di malam minggu,
Bukanlah diriku yang mampu bersamamu karokean di waktu luang.Bukanlah diriku yang mampu bersamamu menikmati kebahagiaan dinia lainnya.

Maaf, waktu ini tidaklah panjang
Dunia ini terlalu indah untuk kita menghabiskan waktu demikian. Terlalu gelap mataku melihat semua itu. Jika ada yang berkata, "tak gaul, tak modis, sangat kudet". Biarlah, bukankah Allah menyiapkan yang lebih baik dengan kesabaran ini?

Duhai saudaraku yang ku cinta karena Allah. Ini bukan seruan dariku. Mau sampai kapan seperti ini. Menunggu kapan dirimu hanya sekedar menutup aurat pun menunggu dan mengundur. Hidayah itu dikejar bukan di tunggu. Ingatlah. Persimpangan setan dimana-mana. Terkadang banyak yang ingin berhijrah, namun takut dengan hinaan, kucilan dan tanggapan miring dari manusia. Cobalah dulu, In syaa Allah selalu banyak jalan kemudahan untukmu. Marilah, jadilah sahabat dunia akhirat. Berikan cintamu untuknya "Allah SWT".