Belajar dari pengalaman
Mengapa begitu berat. Mencari-cari alasan, atau mensyarikan alasan.
Masih begitu lekat dalam ingatanku setahun yang lalu.
✨Di ajak ikut majelis alasannya sibuk.
✨Di ajak ikut seminar keagamaan alasannya banyak tugas.
✨Di ajak belajar Islam tak punya waktu.
✨Ada kotak amal berat hati mengeluarkan uang.
✨Baru beberapa ayat baca Quran sudah ngucek mata"ngantuk".
✨Di perlihatkan ayat menutup aurat, masih saja ragu sama perintah Allah
Jika di pikir kembali, apalah diri ini. Apalah hidup ini, kasarnya "buat apa hidup"?
Sangat berbeda ketika
✨Di ajak jalan langsung mengiyakan. Meski tujuannya hanya hang out.
✨Mengeluarkan uang untuk yang kurang penting tidak memikir lama
✨Ikut seminar yang umum hatinya tak berat. Mikirnya seminar agama itu kurang penting. Inilah kebalikannya yang nyata.
✨Sukanya pakaian "ngetat", malu berpakian longgar
✨Baca novel sehari naggung jika tidak selesai. Toh baca Quran mikirnya berpuluh kali
✨Maunya pulang kampung jika di ajak bermajelis. Astagfirullah
Ini hanya sebagian, hanya sebagian kecil dari dosa-dosa yang di anggap biasa saja.
Dan siapakah yang lebih baik perkataannya dari pada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal Shalih dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim" Q.S Al Fushshilat: 33.
Terkhusus saudaraku yang dicintai karena Allah
Marilah mendekat
Mendekat melewati perjalanan, berhijrah di jalan Allah.Berpindah dari yang ogah-ogahan menjadi yang paling bersemangat saling mengajak pada kebenaran. Aku memang tak baik, teramat kurang ilmu. Itulah satu alasan tiada henti langkahku mengajakmu, agar semakin banyak teman untukku belajar. Maaf, bukanlah diriku yang mampu menemanimu menikmati indahnya dunia ini.
Aku hanyalah sebagian dari yang mengajakmu menelaah setiap kalimat-kalimat Allah. Lantas menyeru nya kepada yang lain. Bukanlah diriku yang mampu bersamamu menonton di malam minggu,
Bukanlah diriku yang mampu bersamamu karokean di waktu luang.Bukanlah diriku yang mampu bersamamu menikmati kebahagiaan dinia lainnya.
Maaf, waktu ini tidaklah panjang
Dunia ini terlalu indah untuk kita menghabiskan waktu demikian. Terlalu gelap mataku melihat semua itu. Jika ada yang berkata, "tak gaul, tak modis, sangat kudet". Biarlah, bukankah Allah menyiapkan yang lebih baik dengan kesabaran ini?
Duhai saudaraku yang ku cinta karena Allah. Ini bukan seruan dariku. Mau sampai kapan seperti ini. Menunggu kapan dirimu hanya sekedar menutup aurat pun menunggu dan mengundur. Hidayah itu dikejar bukan di tunggu. Ingatlah. Persimpangan setan dimana-mana. Terkadang banyak yang ingin berhijrah, namun takut dengan hinaan, kucilan dan tanggapan miring dari manusia. Cobalah dulu, In syaa Allah selalu banyak jalan kemudahan untukmu. Marilah, jadilah sahabat dunia akhirat. Berikan cintamu untuknya "Allah SWT".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar