Hati dan pemilik hati
Pikiran tentang hari itu selalu merajai
Dia selalu ada
Bayangan di kala fajar dan senja pun terkalahkan
Dia selalu ada
Kedekatan terasa semakin menjauh
Rasanya takkan terpisah
Perputaran waktu terkalahkan olehnya
Dan akhirnya mungkin bosan
Setika semuanya berubah
Waktu menggilir membalik kenyataan
Mungkin mereka marah
Hanya saja hati masih tak ingin
Hati itu memberontak
Berkata iya namun berat
Melaluinya secara terpaksa
Namun Allah menyukainya
Esok mulai tiba
Masih saja dalam lamunannya
Waktu itu makin berat
Namun Allah semakin menyukainya
Tak lagi ada kabar
Tak lagi ada cerita
Tak lagi ada tawa di tempat yang berbeda
Berubah... cukup air mata
Akankah Allah marah?
Malaikat cemburu?
Namun kenapa barus hati mengorbankan waktu?
Mengapa Allah menyukai itu?
Detik dimana seorang hamba lebih dekat dengan sesamanya
Kedekatan yang belum sewajarnya
Allah menegur, mengakhirinya
Lantas hati? Masih saja menjerit
Salahka dia?
Masih panjang waktunya kembali
Apa kabar dengan hati
Dia lebih dari patah
Berlalu pergi entah ada yang tersimpan
Masih teringat
Mencoba dekat
Dengan sang pemilik hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar