Ketika Allah memberinya kebahagiaan lebih dulu ku hanya mengucap "Alhamdukillah". Karena mana mungkin bersedih melihat orang lain tengah berbahagia. Iya, mungkin benar, semua yang diinginkan tak harus dimiliki. Allah pernah menitipkan separuh hatinya buatku, lantas dia mengambilnya dan memindahkannya ke hati yang lain. Allah maha tahu perasaan ini. Dia tahu setiap perih membatin dalam langkah dan kalimat zikir ku. Tak ada yang kekal memang di dunia, setiap yang ada akan pergi juga, telah ku sadari dan ku percaya cobaan ini buatku karena ku mampu. Dia memilihku merasakan ini agar ku jadikan pelajaran berharga di hari-hariku kelak. Banyak hikmah di baliknya. Teruslah ucap syukur. "Yang terbaik akan datang kembali"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar