Rabu, 02 September 2015

Takut Kepada Allah

“Takut Kepada Allah dalam kondisi sembunyi maupun terang-terangan”

Bahasanya sederhana, dan pengaplikasiannya juga mampu sederhana jika disikapi dengan cara yang semestinya. Takut kepada Allah merupakan kewajiban. Mengapa kita harus menanamkan rasa takut dalam diri setiap individu? Karena jika tak ada rasa takut kepada Allah SWT, rasa malu, pegangan hidup kita mampu tergoyahkan.

Kebanyakan manusia bertolak belakang dengan kewajibannya, ini sangat banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Apabila kita tidak memahami secara penuh makna dari rasa takut kepada Allah apa yang kita kerjakan tidak berlandaskan iman yang kuat.

Jika rasa takut kepada Allah kita tanamkan, secara otomatis, bertindak, bertingkah laku dalam kehidupan mampu kita kerjakan dengan baik, merasa was-was dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas. Kita sadar, segala sesuatu ada Allah yang melihatnya, ada malaikat yang mencatat segala amal perbuatan kita. Beriman berarti meyakini, mempercayai dalam hati akan kebenarannya, dan mengaplikasikannya dengan amal perbuatan. Ketika salah 1 diantara ke 3 konsep ini hilang maka belum dikatakan kita beriman.

Ketika kelak dihari pertanggung jawaban Allah meminta semuanya dari diri masing-masing hambanya atas apa yang telah diperbuatnya di dunia. Tak ada yang mampu saling tolong-menolong, melirik dan mengingat satu sama lain pun tidak. Dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa"Dari Aisyah r.a ia berkata; aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
"manusia dihari kiamat akan dikumpulkan tanpa alas kaki, telanjang dan belum dikhitan. aku berkata"Wahai Rasulullah SAW! apakah laki-laki dan wanita akan saling menatap satu dengan yang lain?". Rasulullah SAW bersabda," wahai Aisyah! urusan pada saat itu lwbih dahsyat sehingga mereka tidak akan sempat saling memandang kepada yang lain (Mutafaq'alaih).

“Menangis karena takut dan ingat kepada Allah”
Pernahkah kita mengalami ini? Mungkin pernah tapi kita kurang menyadarinya jika hal tersebut merupakan sunah dan memberikan pahala untuk diri kita. Terkadang kita menangis dan merasa takut karena manusia. Karena perilaku kita yang menyakiti orang lain, atau bisa jadi karena perlakuan orang lain yang tidak sama dengan pengharapan kita lantas menyakiti hati kita.
Dan banyak pula manusia mengalami rasa sakit yang membuat batinnya mengeluh, kecewa, dan secara tidak langsung mengatakan dirinya sedang mengalami stresss.
Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah r.a, ia berkata; Rasulullah saw, bersabda:
“ada tujuh golongan yang Allah akan menaunginya pada saat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya...orang yang mengingat Allah ketika sendirian sehingga bercucuran air matanya(mutafaq’alaih)”.
Begitulah kutamaan orang-orang yang takut kepada Allah, yang mengingat Allah dalam segala aktivitasnya. Yang menetes air matanya ketika mengingat Allah, ketika mendengar ayat Allah ketika sendirian.

Semoga kita termasuk dalam golongan tersebut.
 

Tidak ada komentar: