“Takut
Kepada Allah dalam kondisi sembunyi maupun terang-terangan”
Bahasanya
sederhana, dan pengaplikasiannya juga mampu sederhana jika disikapi dengan cara
yang semestinya. Takut kepada Allah merupakan kewajiban. Mengapa kita harus
menanamkan rasa takut dalam diri setiap individu? Karena jika tak ada rasa
takut kepada Allah SWT, rasa malu, pegangan hidup kita mampu tergoyahkan.
Kebanyakan
manusia bertolak belakang dengan kewajibannya, ini sangat banyak ditemui dalam
kehidupan sehari-hari. Apabila kita tidak memahami secara penuh makna dari rasa
takut kepada Allah apa yang kita kerjakan tidak berlandaskan iman yang kuat.
Jika
rasa takut kepada Allah kita tanamkan, secara otomatis, bertindak, bertingkah
laku dalam kehidupan mampu kita kerjakan dengan baik, merasa was-was dan
berhati-hati dalam melakukan aktivitas. Kita sadar, segala sesuatu ada Allah
yang melihatnya, ada malaikat yang mencatat segala amal perbuatan kita. Beriman
berarti meyakini, mempercayai dalam hati akan kebenarannya, dan mengaplikasikannya
dengan amal perbuatan. Ketika salah 1 diantara ke 3 konsep ini hilang maka
belum dikatakan kita beriman.
Ketika
kelak dihari pertanggung jawaban Allah meminta semuanya dari diri masing-masing
hambanya atas apa yang telah diperbuatnya di dunia. Tak ada yang mampu saling
tolong-menolong, melirik dan mengingat satu sama lain pun tidak. Dalam sebuah
hadis diriwayatkan bahwa"Dari Aisyah r.a ia berkata; aku mendengar
Rasulullah SAW bersabda:
"manusia
dihari kiamat akan dikumpulkan tanpa alas kaki, telanjang dan belum dikhitan.
aku berkata"Wahai Rasulullah SAW! apakah laki-laki dan wanita akan saling
menatap satu dengan yang lain?". Rasulullah SAW bersabda," wahai
Aisyah! urusan pada saat itu lwbih dahsyat sehingga mereka tidak akan sempat
saling memandang kepada yang lain (Mutafaq'alaih).
“Menangis
karena takut dan ingat kepada Allah”
Pernahkah
kita mengalami ini? Mungkin pernah tapi kita kurang menyadarinya jika hal
tersebut merupakan sunah dan memberikan pahala untuk diri kita. Terkadang kita
menangis dan merasa takut karena manusia. Karena perilaku kita yang menyakiti
orang lain, atau bisa jadi karena perlakuan orang lain yang tidak sama dengan
pengharapan kita lantas menyakiti hati kita.
Dan
banyak pula manusia mengalami rasa sakit yang membuat batinnya mengeluh,
kecewa, dan secara tidak langsung mengatakan dirinya sedang mengalami stresss.
Dalam
sebuah hadis dari Abu Hurairah r.a, ia berkata; Rasulullah saw, bersabda:
“ada
tujuh golongan yang Allah akan menaunginya pada saat tidak ada naungan kecuali
naungan-Nya...orang yang mengingat Allah ketika sendirian sehingga bercucuran
air matanya(mutafaq’alaih)”.
Begitulah
kutamaan orang-orang yang takut kepada Allah, yang mengingat Allah dalam segala
aktivitasnya. Yang menetes air matanya ketika mengingat Allah, ketika mendengar
ayat Allah ketika sendirian.
Semoga
kita termasuk dalam golongan tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar