Indonesia adalah negara terkorup
ke 12 se Asia Tenggara. Setiap tahun mengalami peningkatan. Ketika baru-baru
ini baru saja kita merayakan HUT RI ke 70 apakah telah layak negeri ini
dikatakan merdeka? Secara fisik Indonesia mampu dikatakan merdeka dari
penjajah, namun dengan banyaknya persoalan demi persoalan baik yang telah
terjadi maupun yang mengancam negara hari ini, Indonesia adalah negara yang
terjajah oleh bangsanya sendiri. Membandingkan korupsi dimasa orde lama, orde
baru dan reformasi, korupsi di Indonesia terus mengalami peningkatan.
Siapa sajakah yang melakukan
korupsi tersebut? Sebagian besar yang melakukannya adalah pejabat pemerintahan
itu sendiri, perusahaan, bahkan korupsi telah merambat ke daerah-daerah. Seolah-olah
korupsi adalah sebuah pekerjaan, sebuah profesi. Dimana aparatur pemerintah
berlomba-lomba menduduki sebuah jabatan. Mereka berlomba menguras habis uang
rakyat, bahasa kasarnya mereka memalak, mencuri, mengambil dengan cara halus. Mengapa
hal ini begitu mudah terjadi? Korupsi kebanyakan terjadi pada kalangan atas
dikarenakan mereka menyadari bahwa kedudukan, jabatan hanya mampu didukung
dengan adanya uang. Uang jauh lebih berperan dibandingkan kemampuan dalam
profesinya. Sebaik-baik manusia, jika memasuki kubangan pada akhirnya akan
kotor juga. Analoginya dalah, meski yang awalnya jujur dalam melaksanakan
amanah rakya dengan baik, namun tersihir dengan kedudukannya, banyaknya uang
yang dikeolanya, pada akhirnya akan terpengaruh juga. Dari salah satu berita
TVRI kemarin dikatakan bahwa, kata “korupsi” telah dianggap biasa, dan ancaman
bagi pelakunya pun tidak menimbulkan efek jerah.
Para pelakunya tidak tahu malu
dengan perilaku yang telah diperbuatnya. Ketika negara hanya membuat UUD lantas
mengadakan tindak pidana yang belum sesuai hukum yang dibuatnya, rakyat miskin
semakin miskin dan yang kaya semakin kaya. Hukuman bagi pelaku kriminal bagi
rakyat tidaklah adil seperti apa yang tertera pada UUD yang dibuat oleh komisi
legislatif. Mengapa tidak? Ketika penguasa mampu menguasai semuanya. Tindak
kejahatan, tindak kriminal yang harusnya membuatnya malu kini dianggap biasa
saja. Hukum yang harusnya mengatur memberikan apa yang ada dalam sila pancasila
“keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” sangat jauh berbeda.
Kementrian perekonomian
mengatakan bahwa Indonesia dari segi sektor Ekonomi mengalami penurunan. Mereka
sadar dengan banyaknya masalah tersebut, namun kesadaran yang diaplikasikan
dengan tindakan dan perilaku yang dilakukan tidaklah sama. pemerintah sangat
telaten dalam menjual aset negara. Bisa dikatakan “Indonesia adalah negara yang
terjual”. Ketika pemerintah dengan bangga mengajak, dan memberi pelayanan bagi
para investor untuk berinvestasi di Inonesia. Mereka tak sadar bahwa apa yang diperbuatnya
makin memperburuk sektor perekonomian. Dimana, rakyat yang tak memiliki modal
semakin terbelakang. Tidak seimbangnya antara jumlah pengangguran, pekerja dan
orang kaya semakin terlihat. Pemerintah mampu memberikan pelayanan dengan
sangat baik untuk para investor. Tapi apakah mereka juga mampu memberikan
pelayanan untuk warga negaranya dengan baik?
Ketika investasi negara yang
harusnya diberikan kepada rakyat pada akhirnya jatuh ditangan penguasa. Inilah
kondisi dimana masyarakat ekonomi kebawah sulit untuk berkembang. Setiap tahun
pemerintah menerima pajak dari pulahan juta ribu rakyat Indonesia. Apakah
faktanya pelayanan dari segi infrastruktur, administrasi, kesehatan, pendidikan
telah sesuai dengan harapan?
Dapat dibayangkan jika para
koruptor tersebut perorang mengambil beberpa milyar dari uang negara. Terhitung
jika ratusan orang yang melakukannya bagaimana rakyat mampu sejahtera?
Yang tertulis dalam pendanaan dan
yang dicairkan, yang dibagikan kepada rakyat tidaklah sama. seolah-olah pekerjaan
“korupsi” turun menurun. Mulai dari pejabat pusat, berlanjut ke daerah bahkan
pejabat terendah pun mampu melakukannya.
Lantas dengan banyaknya fakta
yang ada, apakah rakyat mampu berbuat banyak? Akankah pemerintah sadar dengan
apa yang terjadi hari ini. Masih layakka dikatakan INDONESIA MERDEKA???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar