Renungan untuk mereka yang masih pacaran
Apa sih penyebab mereka menjalin hubungan?
Katanya biar tak di ambil orang, biar bisa jodoh. Cerdas kah alasannya?
Jika di pikir kembali, pacaran bahagianya hanya pas masih PDKT, kebaikannya terlihat sebelum itu, pas sudah terikat keburukan satu sama lain lah yang muncul. Tapi kembali ke tujuannya. "Kuingin mengenal lebih dekat, namanya juga cinta pasti bisa kok menerima apa adanya". Berlanjutlah terus kebahagian versi mereka.
Satu lagi nih andalan seorang laki-laki yang katanya calon iman yang baik"Aku mencintaimu karena Allah, percaya lah ku kan menjagamu, takkan menyakitimu, menjadikanmu lebuh baik, dan yakinlah cinta kita akan bersama hingga pelaminan". Ciee ya bahagia hingga lupa kata-kata itu bakalan menyakiti hatinya.
Bisa di renungkan. Katanya cinta pakai nama Allah pula, kok mau aih ngajak zina. Katanya mau menjadikan lebih baik, jika iya kok mau sih saling memgganggu di waktu yang belum seharusnya. Katanya mau menjadikan lebih baik. Yakinkah? Bukankah dengan pacaran waktumu tersita banyak untuk hubungan kalian? Bukankah ketika pacaran sedikit -sedikit bahagia dan galau?
Paling mengecewakannya lagi kalau ada yang berkata seperti ini "Aku menyukaimu karena kebaikanmu, karena kamu soleh, karena kamu pintar, tambah lagi aku auka melihat wajahmu". Ya ampun, ciee perempuan yang si gombakin gini jelaslah cengar cengir senyum mau terbang. Bisa saja jika katanya di tembak langsung aja tuh nerima.
Ini lagi nih sebelum pacaran perlu nembak dulu. Menempak maksudnya mengarahkan, menunjukkan sikap. Sadarkah, berapa banyak waktu, uang, dan pastinya pikiran yang sia-sia menuju proses pacaran. Biaa di bayangkan lagi paa pacaran, dan tunggu dulu, lebih parah lagi pas putua.
Sadarkah duhai insan yang belum mampu menahan nafsu nalurinya? Memang benar tak semua orang seperti demikian, namun kebanyakan malah lebih dari sekedar ucapan tadi. Memang benar katanya mereka pacaran ndak zina kok cuman lewat smsan, ketemunya sekali se bulan, sekali setahun bahkan lebih dari itu, 11 13 LDRan lah. Bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar