Cukuplah kau pendam. Tidaklah kau ungkap. Cukuplah kau diam. Tidaklah kau umbar. Jika iya cinta sejati. Allah akan mengantarkannya di waktu tertepat. Yakinilah, dia memberimu apa yang kau butuhkan, bukan yang kau inginkan. Dia menyayangimu, mungkin awalnya menyakitkan buatmu. Namun, andai kau bersyukur. Berbahagialah dirimu dengan ujiannya itu.
Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu. Dia menunjukkan langkah tertepat. Tak ingin gegabah mengambil langkah, tak ingin salah dan jatuh lagi. Karena ku tahu kembali bangun tidaklah mudah.
Pautkan hati kini hanya untuknya. Ingatlah, bukankah semua di dunia hanya sekedar titipan. Sewaktu kapan pun itu dia mampu mengambilnya kembali. Dia ingin melihat, siapa yang mampu menjaganya dengan baik. Hingga kau tak lupa pemberiNya.
Setiap yang terlewati selalu memiliki hikmah, hanya saja sangat sedikit yang di sadari. Karena, nafsu inginnya banyak. Sedangkan kebutuhan telah iya berikan. Alhamdulillah, tak hentinya syukur ini padaMu ya Rabbi. Telah kau bolak-balikkan hatiku setahun terakhir. Telah kau cari cintaMu jauh sebelumnya. Telah ku mendekatiMu, tak ubahnya kau berlari mendekatiku. Masya Allah. Begitu banyaknya orang-orang salih yang kau dekatkan buatku setahun terakhir. Begitu banyaknya cerita baru yang kutemui. Meski diri ini tak lebih dari manusia pendosa, tak tahu apa pahalaku. Selalu ku berupaya menjadi makhluk sebenar-benarnya seperti inginMu. Karena kini kukembalikan diriku padaMu. Sebelum kau memintaku lebih dahulu. Semoga engkau ridho dengan setiap doa dan hatiku.
JAdikan aku sosok tawakkal. Penyabar, soliha, yang selayaknya bukanlah diriku dahulu. Amiiin
#nfy
3 komentar:
Tulisannya bagus
Tulisannya bagus
iye, baru belajar kak :) @mustaufiq
Posting Komentar