Kamis, 20 Agustus 2015

Akankah aku menyerah?


Bismillahirrohmanirrahim
Tiada ungkapan syukur yang lebih baik dan patut kupanjatkan hanya kepadaMu ya Rabb. Engkau yang telah mengantarkanku pada keajaiban hidup. Hidup yang lebih baik setelah Engkau meneguhkan hatiku pada rasa sakit berharap pada manusiaMu.
ALLAH, salahka jika aku mengadu? Salahka jika aku merindukan hari dimana kudapatkan kembali perhatian dari sosok yang kuharapkan. Kiranya engkaulah yang tahu semuanya. Aku sadar hidupku akan terasa sempit jika kumengulang masa lalu itu. Masa jahiliyah yang begitu kau benci, masa dimana aku selalu lupa akan kuasaMu. Masa dimana ibadahku bukan semata karenaMu, masa dimana diriku bukanlah makhluk yang kau inginkan itu. Allah, akankah masa depanku kelak diwarnai orang-orang dimasa laluku? Entahlah...
Allah, hamba rindu banyak hal. Sungguh kurindukan banyak orang dimasa itu. Andai kata ku mampu, andai kata kumemiliki waktu inginku hanya satu bersama mereka dimasa depanku namun tetap dalam kasih dan sayangMu.

Suatu malam, ketika diriku teramat sempit untuk memikirkan senyuman itu. Namun apalah dayaku, aku masih lemah untuk terus beristiqomah dalam hal yang satu ini “CINTA”. Dia selalu saja menahanku untuk pergi, untuk tidak memikirkannya, untuk tidak mengenangnya.
Allah, sungguh hatiku ingin seperti mereka. Namun, takutku padaMu kini mengalahkan semuanya. Aku takut engkau jauh, aku takut engkau tak ridho denganku. Sungguh aku bukan lagi yang dulu, yang mampu mengeluarkan segala curhatakanku blak-blakan di media sosialku. Yang mampu mengeluarkan eksperesi dan foto-fotoku, yang mampu mengganggu mereka yang kurindukan, yang mampu bercanda dan tertawa kapan saja. Aku telah berbeda, dan akupun sadar dengan perbedaan itu.
Kini waktuku harus kuhabiskan meikirkan yang lain, bukan semata untuk diriku sendiri, untuk masa depanku sendiri. Hamba sadar dengan tujuan hidup ini, dengan amanah ini, dengan waktu yang tak panjang ini, dengan cinta yang tak bisa ku sia-siakan kini. Yakni CINTAMu pada Hambamu satu ini yang masih buruk, dipenuhi dengan dosa ini.
Ku ambil kembali sehelai tisu itu. Rasanya sudah beberapa bulan aku tak melakukannya. Allah, kini telah kuketahui cara apa yang harus kuperbuat untuk menahan rasa ini. Lewat kata itulah caraku mengungkapkannya. Lewat doa itulah caraku menguatkan hatiku.

Allah tiadakah waktu untukku mengenal banyak sosok yang lebih baik lagi dari hari ini? Entahlah, karena hati ku pun belum siap untuk itu.
Ketika sel-sel saraf tubuhku serasa lumpuh. Tiada alasan untukku tuk berhenti. Berhenti pada waktu, berhenti pada hati dan berhenti pada luka. Namun aku sadar inilah caramu mengujiku. Kelemahanku terletak pada hal satu ini. Aku pun mencoba mencari jalan, rasanya ada jurang sempit yang tubuhku pun terlalu besar untuk keluar. 

Dia teramat dalam hingga banyak tebing yang harus kutempuh untuk menyelamatkan diriku. Allah cara apa lagi untukku pergi, untukku menghindar hingga aku betul lupa namanya rasa sakit, kekecewaan hingga keikhlasan sesungguhnya mampu kuraih.
Allah mengapa hatiku selalu saja berada dalam posisi sulit jika kuingat semua hal tentangnya. Terkadang mengharapkan ia kembali diwaktu tertepat. Tapi sungguh disisi lain ingin kuhapus hal sekecil apapun dimasa lalu itu.

Jika berpikir hal positifnya, kembali tak hentinya hamba bersyukur. Engkau mengajarkan dan memberikan cerminan seperti apa hidupku ini. Memperlihatkan banyak hal yang harusnya kuperjuangan dan banyak hal pula yang harusnya kulepaskan. Engkau mengajarkan bagaimana hamba harus menjadi semakin baik setelah ini.
Rasanya aku mengulang waktu. Berproses menjadi baik, berupaya menjadi yang lembut dan tentunya berusaha bermanfaat bagi siapa saja yang menginginkanku.
Allah mimpi ku sungguh la banyak, semoga engkau ridho dengannya. Semua engkau selalu membantuku istiqomah dijalanMu.

Sekeras apapun itu aku selalu yakin engkau memberi tak diluar batas kemampuanku. Sesulit apapun itu aku takkan menyerah. Seperti apa pun itu akan takkan pergi dan jauh dariMu ya Rabb. Biarlah dunia ini kadang membuatku menjerit dengan air mataku. Namun, janjiMu, surgaMu teramatlah indah untuk kulepas ya Allah.

_Jika itu untuk surga kenapa tidak _

Tidak ada komentar: