Bismillahirrohmanirrahim
Tiada ungkapan syukur yang lebih
baik dan patut kupanjatkan hanya kepadaMu ya Rabb. Engkau yang telah
mengantarkanku pada keajaiban hidup. Hidup yang lebih baik setelah Engkau
meneguhkan hatiku pada rasa sakit berharap pada manusiaMu.
ALLAH, salahka jika aku mengadu? Salahka
jika aku merindukan hari dimana kudapatkan kembali perhatian dari sosok yang
kuharapkan. Kiranya engkaulah yang tahu semuanya. Aku sadar hidupku akan terasa
sempit jika kumengulang masa lalu itu. Masa jahiliyah yang begitu kau benci,
masa dimana aku selalu lupa akan kuasaMu. Masa dimana ibadahku bukan semata
karenaMu, masa dimana diriku bukanlah makhluk yang kau inginkan itu. Allah,
akankah masa depanku kelak diwarnai orang-orang dimasa laluku? Entahlah...
Allah, hamba rindu banyak hal. Sungguh
kurindukan banyak orang dimasa itu. Andai kata ku mampu, andai kata kumemiliki
waktu inginku hanya satu bersama mereka dimasa depanku namun tetap dalam kasih
dan sayangMu.
Suatu malam, ketika diriku teramat
sempit untuk memikirkan senyuman itu. Namun apalah dayaku, aku masih lemah
untuk terus beristiqomah dalam hal yang satu ini “CINTA”. Dia selalu saja
menahanku untuk pergi, untuk tidak memikirkannya, untuk tidak mengenangnya.
Allah, sungguh hatiku ingin
seperti mereka. Namun, takutku padaMu kini mengalahkan semuanya. Aku takut
engkau jauh, aku takut engkau tak ridho denganku. Sungguh aku bukan lagi yang
dulu, yang mampu mengeluarkan segala curhatakanku blak-blakan di media
sosialku. Yang mampu mengeluarkan eksperesi dan foto-fotoku, yang mampu
mengganggu mereka yang kurindukan, yang mampu bercanda dan tertawa kapan saja. Aku
telah berbeda, dan akupun sadar dengan perbedaan itu.
Kini waktuku harus kuhabiskan
meikirkan yang lain, bukan semata untuk diriku sendiri, untuk masa depanku
sendiri. Hamba sadar dengan tujuan hidup ini, dengan amanah ini, dengan waktu
yang tak panjang ini, dengan cinta yang tak bisa ku sia-siakan kini. Yakni CINTAMu
pada Hambamu satu ini yang masih buruk, dipenuhi dengan dosa ini.
Ku ambil kembali sehelai tisu
itu. Rasanya sudah beberapa bulan aku tak melakukannya. Allah, kini telah
kuketahui cara apa yang harus kuperbuat untuk menahan rasa ini. Lewat kata
itulah caraku mengungkapkannya. Lewat doa itulah caraku menguatkan hatiku.
Allah tiadakah waktu untukku
mengenal banyak sosok yang lebih baik lagi dari hari ini? Entahlah, karena hati
ku pun belum siap untuk itu.
Ketika sel-sel saraf tubuhku
serasa lumpuh. Tiada alasan untukku tuk berhenti. Berhenti pada waktu, berhenti
pada hati dan berhenti pada luka. Namun aku sadar inilah caramu mengujiku. Kelemahanku
terletak pada hal satu ini. Aku pun mencoba mencari jalan, rasanya ada jurang
sempit yang tubuhku pun terlalu besar untuk keluar.
Dia teramat dalam hingga
banyak tebing yang harus kutempuh untuk menyelamatkan diriku. Allah cara apa
lagi untukku pergi, untukku menghindar hingga aku betul lupa namanya rasa
sakit, kekecewaan hingga keikhlasan sesungguhnya mampu kuraih.
Allah mengapa hatiku selalu saja
berada dalam posisi sulit jika kuingat semua hal tentangnya. Terkadang mengharapkan
ia kembali diwaktu tertepat. Tapi sungguh disisi lain ingin kuhapus hal sekecil
apapun dimasa lalu itu.
Jika berpikir hal positifnya,
kembali tak hentinya hamba bersyukur. Engkau mengajarkan dan memberikan
cerminan seperti apa hidupku ini. Memperlihatkan banyak hal yang harusnya
kuperjuangan dan banyak hal pula yang harusnya kulepaskan. Engkau mengajarkan
bagaimana hamba harus menjadi semakin baik setelah ini.
Rasanya aku mengulang waktu. Berproses
menjadi baik, berupaya menjadi yang lembut dan tentunya berusaha bermanfaat
bagi siapa saja yang menginginkanku.
Allah mimpi ku sungguh la banyak,
semoga engkau ridho dengannya. Semua engkau selalu membantuku istiqomah
dijalanMu.
Sekeras apapun itu aku selalu
yakin engkau memberi tak diluar batas kemampuanku. Sesulit apapun itu aku
takkan menyerah. Seperti apa pun itu akan takkan pergi dan jauh dariMu ya Rabb.
Biarlah dunia ini kadang membuatku menjerit dengan air mataku. Namun, janjiMu,
surgaMu teramatlah indah untuk kulepas ya Allah.
_Jika itu untuk surga kenapa
tidak _
Tidak ada komentar:
Posting Komentar