Surga kecil untukmu Ummi
Sungguh aku baru sadar dengan
semua yang engkau berikan untukku, untuk adik-adikku dan untuk keluargamu. Terima
kasih 20 tahun ini, engkau yang telah mengandungku,
membesarkanku, dan selalu mendoakanku. Ummi terbaik dan terhebat. Ummi tertulus dan paling
mengagumkan.
Ummi sungguh akulah anakmu yang
paling membangkan, paling egois dan paling sering menyakitkan hatimu. Ummi,
akulah anakmu yang tak sedikit pun mampu membangkakanmu, tak sedikitpun
membuatmu tersenyum dengan kehidupanku. Namun, berilah anakmu ini waktu untuk
memulai semua itu. Memutar balik kelakuanku seperti apa yang engkau harapkan
sebelum hadirnya diriku dibumiNya ini.
Ummi, tiada lagi waktu untukku
mengulang dan memperbaiki 20 tahun yang lalu. Tapi berilah aku harapan, berilah
aku semnagat untuk terus memperbaiki masa esok dan yang akan datang. Ummi, aku
sadar. Akan ada waktu dimana engkau menua. Sungguh, semoga aku mampu berada
disampingmu, aku mampu memelukmu, mengganti waktu yang telah kusia-siakan
kemarin untuk memberi kasih dan sayang seorang anak untukmu.
Ummi, jika Allah melimpahkan
harta untuk anak-anakmu. Sungguh kami akan memberi untukmu. Semoga kami tak
pernah mengeluh dengan keinginanmu, seperti engkau yang selalu memberi apa pun
itu untuk kami meski lebih sulit keadaanmu.
Ummi, nasi garam memang tak
menjadi laukmu. Namun, kami tahu engkau mengorbankan mulutmu, menelan ludahmu,
mengorbankan tenangamu hingga terlelap setiap malam pun itu sulit demi memikirkan
kami “anakmu”. Kami tahu betapa sulitnya hidupmu, tapi kami pun tahu betapa
kuatnya hatimu.
Ummi, maafkan kami “anakmu” yang
masih saja merepotkanmu. Ummi, tiada hari esok jika kesuksesan itu ada untuk
kami jika tanpa ridhomu. Kami rindu engkau duduk dan beristirahat menikmati
kerja kerasmu. Makan yang enak, menikmati hari tuamu, menikmati pensiunmu
seperti apa yang engkau harapkan. Semoga Allah ridho pada anak-anakmu ini. Semoga
diriku mampu menjadi panutan untuk adik-adikku, dan semoga diriku mampu seperti
harapanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar