Andai kalian tahu. Seorang teman yang mengajak pada kebenaran itu jauh lebih baik di bandingkan 1000 teman yang mengajak pada hedonisme dunia.
Antara teman yang 1. ngajak kajian, ikut majelis ilmu dengan teman yang ke 2. yang ngajak nya karokean, ke bioskop, hanya sekedar jalan, foto", makan" kebanyakan kita memilih teman teman yang ke 2. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan orangnya. Hanya saja kita mampu terwarnai oleh mereka.
Sederhananya dan ini pengalaman. Jika sama teman yang sama" bermajelis ilmu pas adzan langsung saling mengingatkan untuk sholat. Tapi, jika teman" yang ke 2 misalkan saja di bioskop ndak mungkin kan langsung keluar pas adzan sebelum filmnya selesai. Biarpun ada niat kita buat sholat pasti mikir "Ah masak sendiri, kan belum kelar, ah tunggu saja lah masih lama". Padahal sholat di awal waktu begitu besar keutamaannya.
Yang satu ini paling sering terjadi dan sering saya alami. Jalan sama teman diantara kami yang begitu paham Islam hanya 1. Dan selebihnya samikna ya pikir" dulu. Sekarang masih foto", pas adzan di ajak sholat sama teman yang mengerti Islam itu. Yang lain jawabnya, iya sebentar habis foto ini, ini dan ini ujung"nya tertunda sampai sejam lewat. Jlep dikasi tau"kalian lebih memilih menunda sholat demi foto". Ndak sadar, tentunya. Sadarnya beberapa bulan kemudian.
Pesannya jadilah diri kita sebagai pewarna bukan sebagai yang terwarnai. Berteman boleh" saja. Tapi kita harus selalu mengingatkan. Samikna wa atho'na.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar