Baru sempat posting. Keterlambatan seminggu😁😂.
Alhamdulillah. Rasa syukur, haru dan bahagia tentu saja menyatu jadi doa. Doa dimana kebahagiaan keluarga di kedua belah pihak. Cie akhirnya. Kakak sepupu satu-satunya sudah tidak lajang lagi. Sedikit mengungkap perasaan yang lama tersimpan dan tak tahu caranya mengungkapkan mulai dari mana. Mungkin ceritanga seperti dogeng kemalaman dan sedikit alay. Maklumlah perempuan😛😛😛😛. Inilah sosok anaknya P. Pisa😁, Kagum dengan kemandiriaannya. Jiwa teknik otomotifnya memang sudah muncul sejak kecil. Dari bagaimana dia sedang ngutak-atik sepeda atau sekedar memopa ban gerobak kayu yang begitu aku rindukan keberadaannya yang telah lama tak rerlihat lagi sejak rumahnya direnov me rumah Batu. Teringat dia yang sering membonceng saya dengan sepeda merahnya. Iya tentu saja sepeda nya, sepeda yang juga membuat wajah saya besar kiri kecil kanan akibat menabrak tiang listrik di kelas 4 SD dulu. Cucu kebanggaan keluarga menurutku, pengayom bagi kami sepupu-sepupunya yang lain. Secara dialah yabg tertua.
Orang pertama yang mengajarkanku memegang setir motor dengan baik adalah dia. Mengarahkan di malam hari yang membuatku dan Hikmah tetap nyaman saking bahagianya diajak belajar membawa motor. Sepupu yang bisa diandalkan dan dipercaya ini itu. Masuk SMK dengan jurusan yang diminatinya adalah keberuntungan yang menuturku tak semua orang mampu menemukan bakatnya dengan cepat. Tentu saja ketika dia membuat bengkel dirumahnya nambah lagi satu digit bangganya. Diusia muda sudah mampu menghasilkan sesuatu meskipun masih sederhana.
Berlanjut dengan usia faktor kedekatan jelas tak seperti dulu lagi. Berada di tempat yang berbeda dengan jarak yang lumayan tentu saja tak banyak lagi yang bisa kuceritakan.
Sebelum memahami siapa mahrom dan yang bukan aku masih tak canggung dan menganggap biasa menyuruhnya ini itu. Bahkan ketika mendaftar ulang di kampus pun dia yang mengantarku. Menemani mencari kosan dan tentu saja berlanjut ku suruh ini itu jika hal-hal urgen yang tidak ku ketahui. Karena di awal-awal tinggal dI Makassar pun aku belum tahu banyak hak dan tak semudah di kampung menyesuaikan diri. Dulunya aku juga kagum dengan kemampuannya menahan diri untuk tidak ikut-ikutan pergaulan apa lagi dengan yang namanya pacaran.
Setelah lulus D3nya. Heril yang dulunya lumayan diam tiba-tiba merombak jadi cerewetnya minta ampun😛. Sering ngajak diskusi dan rasa-rasa ingin menjebak. Tapi syukur-syukur baqa'nya sama-sama tinggi jadinya tak pernah berujung. Dia yang tak pernah bercerita oerempuan pelan-pelan berubah 360 derajat. Mungkin karena faktor umurnya. AkI teringat jawabannya jetika aku bertanya. "Manfaat naik gunung itu apa sih? Kayak buang-buang waktu saja". "Seandainya murasakan, kalau di gunung itu ssmua bebanmu meskipun banyak kayak hilangsatu-satu, pokoknya baik memang dirasa kalau digunung".
Anak Marpal tentu saja jawabannya 11 12. Ahh aku tak begitu suka dengan stylenya. Tas Consina andalannya dan kadang tak selempang kecil dengan tali-tali dijadikannya gantungan. Ahh aku tak perlu memceritakan banyak tentang itu. Mungkin cerita selanjutnya dilanjutkan sendiri sajalah.....👐.
SAMAWA HERIL(Sampai kapan pun ndak akan bisa panghil kakak HERIL. Kayak aneh😛) dengan Kak Erni. Jodoh dunia akhirat dan mampu mdlahifkan generasi yang terbaik untuk keluarga tentunya. Hehe👏😁
Tidak ada komentar:
Posting Komentar