Alhamdilullah, kini usiamu sudah sebulan. Adikku sayang Nur Adiba Shakila Atmarini. Sebulan yang lalu di sms sama Ummi untuk memberimu nama, dari banyaknya pilihan ternyata nama iniliah yang naik undian. Nama yang berartikan “Cahayaa perempuan cantik rupawan yang berpengatahuan dan memiliki ketajaman hidup”. Nama dengan bahasa Arab yang bagus, bahkan sangat bagus. Entah mengapa aku berharap besar padamu. Kelak menjadi anak soleha yang begitu dicintai keluarga, berharap menjadi si bungsu yang penurut, mampu menjadi pelengakp diantara kami yang berwatak keras. Memiliki arti nama rupawan, semoga rupawan itu bukan hanya fisiknya, namun hatinya.
Aku menulis ini sebagai pengenang usiamu. Janji sebelum balik ke Makassar sama Ummi untuk pulang setiap pekan belum mampu kulakukan dalam waktu dekat. Mengurus TA dan dakwah yang nampaknya kejar-kejaran, dan selalu saja membayangi hampir setiap saat ketika aku mulai mengingat yang lain. Adikku sayang, sungguh ada cerita panjang yang ingin ku kisahkan terkait kelahiranmu. Tapi mungkin akan ku buat di hari yang lain. Aku bahagia dengan masa kecilmu yang begitu nyaman. Kamu menangis di kala buang air kecil atau air besar, tak lebih dari itu. Kata salah seorang teman, memiliki adik di usia 21 tahun akan seperti seorang ibu. Dulunya aku akan menanggap ini sebagai sesuatu yang memalukan, tetapi seiring pehaman yang menancap dihatiku, belajar dari hadist dan ayat terkait seorang ibu yang mampu melahirkan anak lalu membasarkannya, aku bahagia. Kita sama-sama terlahir dari rahim yang sama, saudara persesusuan dari ibu yang hebat. Dia ummi luar biasa, sekalipun suaranya besar dan suka marah kurang jelas. Bagi kami saudaramu yang lebih dahulu merasakan tiap desakan nafas dan peluhnya keringat Ummi, kami tahu seberapa besar cinta dan kasih tulusnya. Dan terima kasih untuk kehadiranmu di bumi ini, engkau semakin menambah keyakinan kami akan seperti apa dan seberapa besar kasih sayang keluarga, seperti apa mereka mendidik dan memberikan kasih sayang setulus mungkin sewaktu anak-anaknya kecil.
Dengan sejuta kerinduan, semalam aku menanyakan kabarmu lewat sms ke Ummi. Semoga kalian berdua sehat. Dari tempat yang tak begitu jauh, di sini doa selalu terangkai dengan kalimat sederhana penuh makna. Semoga menjadi anak soleha penyejuk jiwa adikku sayang “Adiba”.
Paling rindu lihat wajahmu ketika di foto pasti berubah kena blits.
21Juli 2016




Tidak ada komentar:
Posting Komentar