Senin, 09 Januari 2017

Lemahnya Iman

Bismillahirrahmanirrahim

Isakan tangis dari hati.  Sekian lama ingin dilampiaskan dalam sajadah panjang sujud pada ilahi. Nampaknya semakin sulit.  Namun pagi ini biarkan aku bercerita panjang.  Ku keluarkan semuanya,  semoga Allah meridhoi.

Sejak pindah kosan dibulan 9 lalu,  banyak perubahan terjadi.  Kesibukan pada dunia dakwah menurun perlahan tapi pasti. Tak lagi di TKA kesibukan semacam terhenti.  Tulisan tak mampu kumuat dan tak satupun kh kirim ke media hingga detik ini.

Lelah rasanya,  telah mencoba beragam cara,  rasanya Allah memerlukan jiwaku yang lebih giat dan penuh kesabaran beberapa Bulan terakhir. 

Memasuki tahun ke 2 dalam jamaah dakwah sepertinya ini ujian terbesarku.  Semakin hari semakin sedih dengan ribuan kelalaian dan sikap menunda pekerjaan. 

Tak satupun makhluk yang mampu memahami seperti apa hati ini.  Sungguh hanya Allah yang tahu betul bagaimana hambanya yabg tenagh lemah imannya ini.

Allah,  rindu rasanya sujud malam ini sambil menangis dan berdoa,  mencurahkan ribuan isi hati yang takkan bisa diterima ribuan orang luaran sana. 

Hampir saja aku tak sanggup.  Ingin lari dan rasanya selalu berkata "akankah kematian semakin dekat padaku?". Sungguh,  tak banyak yang merasakan ini. Tak ada niat untuk keluar dari jamaah,  hanya saja ada niat untuk istrahat sejenak mencari diriku kembali.  Membangkitkan kembali ghiroh dalam jiwaku.

Sungguh iri dengan para akheat tangguh yang mampu istiqomah hingga mereka kembali pada Allah.  Sungguh iri kepada sahabatku diluar sana yabg dakwahnya semakin hari semakin luar haisa saja. Sungguh iri rasanya pada mereka yabg mampu menggapai resolusi tahunannya dan mencoretnya dengan tulisan "berhasil". Sungguh iri rasanya yang ammou mengatur managemen waktunya dengan sangat apik hingga tak tersisa sedikitpun kesia-siaan dalam menjalani kehidupan ini.

Ya Rabb,  jujur salahkah hamba jika rindu Inda yang produktif menjalani kehidupannya,  yang mampu memberi manfaat utamanya utnuk dirinya sendiri? 

Semoga Allah mengampuni ribuan kelalaian selama ini,  semoga Allah masih memberikan kekuatan untuk terus bertahan dalam sesaknya nafas dihuminya ini. 
Ya Allah, ampuni hamba...

Tidak ada komentar: