Mimpi itu... Takkala ku lepas lagi karena Nya
Sungguh, aku begitu menyukai PERS. Cita-cita ketika SMA menjadi seorang Reporter yang hingga kini belum ada tanda akan terwujud. Memasuki bangku perkuliahan, meski "salah jurusan" kata orang, aku berpasrah dan tetap yakin kelak itu mampu terwujud. Tentu saja, Allah selalu punya rencana tak lepas dari prasangka hambanya. Pengenalan lembaga kampus, ada UKM persma yang tentunya siap mewadahi keinginanku ketika itu. Semangatku kembali, meski harus menunggu berbulan-bulan di karenakan MABA belum di bukakan jalan beroganisasi di semester awal.
Waktu cepat berlalu... Impian itu seperti ada dihadapanku, rasa syukur, bahagia tentulah menambah semangatku ke kampus . Tak lama berselang, telah ku jalani tahapan sedikit banyaknya menguras waktuku. Meski belum terlalu jauh bergelut di dunia mimpi ini aku sudah cukup puas. Lagi-lagi Allah punya rencana lain. UKM kebangganku berada dalam zona merah. Masalah itu harus menghentikan semuanya untuk waktu yang tak tahu kapan ada titik penyelesaiannya.
SIngkat cerita, kecewa dengan keadaan tentu saja, tetapi apa daya aku hanya mampu menunggu pihak kampus agar berdamai kembali. Lalu apa lagi kejutan dari Allah untuk hambaNya satu ini? Seperti telah disiapkanNya jauh-jauh hari. Kesibukanku tergantikan dengan IM. AKu harus bersabar dan menyibukkan diri memperbaiki diri kembali ke jalan yang benar.
Hijrah... iya tentu saja. Meski awalnya berniat mencari kesibukan agar hatiku mampu berdamai dengan masalah yang kuhadapi, tetapi Allah menyuruhku untuk berada di jalanNya lebih dari inginku.
Sekitar 3 atau 4 bulan kala itu, pikiranku harus terbawa pada jalan Dakwah. Jalan yang benar dan tidak lah muda untuk orang awam sepertiku.
Tetapi, apakah aku telah lupa dengan PERSMA? Tidak, sungguh tidak. Aku tak pernah lupa dengan segelintir mimpi-mimpiku, tetapi aku harus bersabar menunggu waktu yang paling tepat membuktikan dan tersenyum dengan pencapaian itu. Dan 6 bulan terakhir PERSMA kembali. HAlaqoh ku pun semakin baik, bahkan aku sangat mencintai rutinitas itu walaupun belum se aktif teman-teman ku yang lain.
Meski jika berpikir dengan kehidupanku yang dulu, setahun terakhir hari-hariku bisa di kata "sepi". Terlebih ketika memasuki semester 5 ini. Bergerak seorang diri, bercerita sendiri, bahkan jika aku mengeluh itu hanya mrnggerutu di batinku. Bukan karena tak ada teman tatapi kesibukan mereka jauh lebih berarti jika aku harus berbagi cerita yang kurang penting mengenai masalahku. Lebih tepatmya, kedekatanku dengan Allah harus terbangun, dan tentu saja aku menyukai ini.
Meski PERSMA aktif kembali, seiring dengan apa yang kupelajari, seiring pemahamanku tentang tata cara pergaulan dalam Islam, 3 minggu yang lalu aku memutuskan melepas semuanya. Melepas organisasi yang aku sukai, dan mungkin saja mimpi Reporterku 3 tahun yang lalu.
Aku merasa takut, bercampur baur dalam suatu organisasi tanpa ada penghalang sesuai syariat membuatku khawatir. Tiap-tiap yang mendekati haram bukankah lebih baik harus di akhiri? Namun bagaimana jika itu sangat di sukai? Buatku kini, Allah lah pemegang kunci, meski ingin ku dobrak aku takut menyesal di akhirat kelak. Bukankah dia selalu mengganti yang dilepas karenaNya dengan yang lebih baik? Dan Allah tahu tiap kelemahan dan apa saja yang aku sukai, pada akhirmya ini hanya pinjaman dariNya.
Lagi dan lagi aku berserah, yakin dengan pilihanku. Tetap bermimpi tentunya, tetapi dia berhak menghapusnya di kala terjadi kekeliruan.
Meski bukan lagi anggota UKM itu, semoga semuanya krmbali.baik dan semakin baik. Karena diri ini harus memilih, dimana perasaan harus dibawah pemikiran.
Mimpi, cita-cita tidak ada yang salah denganNya. Tetapi, tqk semua yang baik menurut makhlukNya, itu baik menurut penciptaNya. Terima kasih akan pembelajaran berharga yang secara tidak langsung memperbaiki pola pikirku....
*METANOIAC*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar