.
Laki-laki baik ketika waktunya tiba akan berpikir minimal kriteria berikut...
✨Mencari calon pendamping hidup mulai dari mengenal dirinya, keluarganya, perilakunya, sejauh mana Tsaqofah Islamnya, seperti apa muamalahnya, seperti apa gerak dakwahnya, siapa temannya, seperti apa lingkungannya, sejauh apa kecerdasan intelek(pendidikannya), dan sejalan kah dengan perilakunya?
✨Melihat wajah setelah agamanya, lalu keturunannya(nazab) kemudian yang lainnya.
✨Bukan dengan cara menghalal-halalakannya(pdkt+memacari).
✨Memberi kode lewat dunia maya dan nyata
Tetapi...
��Ia mencari tahu dengan jalan yang tepat.
��Jika telah pas ia akan mendatangi walinya. Tanpa mengumbar cinta syahwatnya.
��Niatnya semata beribadah kepada Allah, menjalankan sunah Rosulnya.
��Mampu memendam rasa hingga ia yakin menemukan apa yang tengah di carinya...
��Selagi masih sendiri, masih menunggu cobalah menjadi sebelum mencari.
��Menjadi yang baik sebelum di cari yang baik.
��Menjadi yang soleh sebelum bertemu si soleha, atau sebaliknya��
Yakinlah "orang yang baik untuk yang baik pula". Maka berupaya bermaksimal diri��
��Untuk apa kita berdua sebelum waktunya jika Allah murka?
��Untuk apa mengumbar cinta jika Allah murka?
��Bukankah niat pernikahan itu baik? Maka kerjakanlah sesuai prosedur syara' yang telah diterapkannya.
��Karena jodoh adalah cerminan diri
Jika pada akhirnya tak seperti kenyataan yang diinginkan, minimal kita telah siap dengan usaha yang ada.
Namun yakinlah dengan janji Allah pada ayat berikut:
وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).
Surah An-Nur (24:26).
Jika mati-matian mengejar duniaNya, Allah akan beri tapi hanya sebatas di dunia. Namun jika kita berupaya mengejar akhiratNya... Tenanglah, Allah akan beri akhirat yang kan diikuti duniaNya.
Bahkan memberi lebih dari yang diinginkan hambaNya...
"Aku sebagaimana prasangka hambaku kepada-Ku. Aku bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku.” [HR.Turmudzi]
#katakansaynotocouplebeforemarried
#jomblomulia
#biarsendiriatasdijalanAllah
#nfy
#nurindahnfy.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar